Benarkah Bulu Mata Dipotong agar Lentik?




Hal yang sering ditanyakan orangtua adalah perlu tidaknya memotong bulu mata bayi. Tujuannya supaya bulu mata jadi lebih lentik. Pendapat ini, menurut dr Susmeiati H. Sabardi, SpKK, dari RS Jakarta, tidak dapat dibenarkan secara medis. Seperti halnya kondisi rambut, lentik tidaknya bulu mata terkait dengan faktor genetik, alias orangtua yang mempunyai bulu mata lentiklah yang besar kemungkinan akan menurunkan pada buah hatinya.

Meski tidak ada manfaat secara medis, masih ada saja orangtua yang menganggap hal tersebut harus dilakukan karena sudah tradisi. Bagi mereka yang akan melakukannya, yang harus diingat adalah jangan memotongnya terlalu pendek, karena bulu mata mempunyai fungsi sebagai pelindung mata dari kotoran atau benda asing agar tidak masuk ke mata. Kalau menginginkan bulu mata jadi terlihat indah, toh setelah dewasa bisa dilakukan riasan atau membentuknya dengan penjepit bulu mata, tanpa perlu melakukan “adegan berbahaya” saat anak masih bayi.

Kuku Memang Harus Dipotong
Seperti halnya rambut, kuku bayi harus dipotong secara berkala bila sudah tumbuh melebihi ujung jemarinya. Selain untuk alasan kesehatan, karena kuku yang panjang bisa menjadi tempat nyaman persembunyian kuman, kuku bayi yang terlalu panjang juga berbahaya karena bisa melukainya secara tidak sengaja. Contoh, muka atau tubuhnya bisa tercakar oleh kukunya sendiri. Bisa juga kukunya patah dan menyebabkannya kesakitan. Saat bayi mulai mengembangkan fungsi oralnya dengan mengemut benda-benda di sekitarnya, termasuk jari-jari tangannya, kuku yang panjang bisa menjadi penghantar masuknya penyakit ke dalam tubuh.

Karena itu, cari waktu yang tepat untuk memotong kukunya, seperti sehabis mandi, di mana kuku-kukunya lebih lembut setelah terendam air beberapa waktu. Gunakan gunting atau pemotong kuku khusus bayi. Potong secara perlahan, jangan tegang atau panik karena ketegangan orangtua bisa menular pada bayinya. Bila perlu lakukan berdua sehingga ada yang memeganginya sementara kukunya dipotong. Pegang jarinya dengan lembut, jangan kelewat erat karena akan membuat bayi kesakitan. Jangan memotongnya terlalu dalam, sisakan sedikit kuku luarnya.

Meski kukunya pendek, kalau tajam tetap bisa membuatnya terluka. Jadi setelah selesai dipotong, haluskan bagian yang tadi dipotong. Untuk memastikan kuku bayi sudah terasa halus, usap ujung kuku dengan jari tangan orangtua.

Ada orangtua yang tidak berani memotong kuku bayi, lalu solusinya dipasangkan sarung tangan bayi supaya kukunya yang panjang tidak melukai. Penyelesaian seperti ini tentu kurang tepat karena sarung tangan bayi sebenarnya berfungsi untuk memberikan kehangatan, bukan menutupi kuku yang panjang. Lagipula penggunaan sarung tangan terus-menerus akan menghalangi rangsangan pada taktil (perabaan) bayi. Jadi, untuk kuku yang panjang solusinya adalah dipotong. (Tabloid Nakita/Marfuah Panji Astuti), kompas.com

Menjual dan Menyewakan Media Display


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Inilah 5 Tips Mencukur Bulu Ketiak Agar Tidak Iritasi
  2. 7 Tips Jitu Untuk Langsing
  3. Inilah Kesalahan Saat Berbusana
  4. 3 Makanan Penangkal Selulit
  5. 4 Tips Menjaga Rambut Tetap Berkilau
  6. Tips Menentukan Belahan Rambut
  7. Inilah 7 Tata Rias Untuk Berbagai Bentuk Mata
  8. Perempuan Perancis Tampak 7 Tahun Lebih Muda Inilah Rahasia Kecantikannya
  9. Inilah Kebiasaan Buruk Pemakai Softlens
  10. Inilah 4 Tips Menggunakan Eyeliner Cair


..
21 queries in 1.210 seconds.
eXTReMe Tracker