Siklus Tidur Dipengaruhi Akar Rambut




Gangguan tidur terutama insomnia biasanya dipengaruhi oleh stres, kelelahan dan faktor lingkungan lainnya. Kini, ditemukan bahwa siklus tidur juga dipengaruhi oleh akar rambut Anda.

Penelitian yang telah diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa akar rambut memegang peranan penting pada aktivitas gen yang mempengaruhi kapan seseorang tidur dan bangun.

Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mendiagnosa dan mempelajari tentang gangguan tidur, seperti insomnia dan jet lag (kesulitan tidur karena sindrom perubahan zona waktu).

Siklus tidur hingga bangun atau ritme sirkadian, sebagian besar dikendalikan oleh gen yang disebut dengan gen jam (clock gene). Gen ini memvariasi kegiatan orang sepanjang hari dan mengatur jam internal yang mendorong ritme sirkadian.

Ketika gen ini aktif, maka DNA diubah menjadi RNA, yaitu langkah pertama dalam memproduksi berbagai protein yang pada dasarnya melaksanakan instruksi gen, dalam hal ini ritme sirkadian.

RNA ditemukan di semua sel tubuh, dari sel-sel darah putih hingga lapisan mulut. Tapi teknik ekstrak dari sel-sel ini terbukti tidak dapat diandalkan.

Dilansir dari Livescience, Selasa (24/8/2010), Makoto Akashi, seorang peneliti dari Universitas Yamaguchi di Jepang, meneliti gen jam pada akar rambut. Di dasar setiap helai rambut terdapat sel folikel yang masih hidup, yang masih menempel ketika rambut dicabut.

Dengan mengambil rata-rata 10 helai rambut kepala dari partisipan, peneliti mampu mengisolasi dan melacak aktivitas tiga gen jam secara terpisah.

Dengan mencabuti rambut dari empat orang yang sedang aktif dalam kegiatan rutinitas, peneliti menemukan bahwa pucak gen (ketika transkrip RNA paling banyak) terdapat pada saat orang sedang terjaga.

Dan ketika orang tersebut mengubah jadwal tidurnya lebih dari empat jam selama tiga minggu, maka puncak aktivitas gen hanya bergeser 2,1 jam. Hal ini sama dengan reaksi pada perubahanan zona waktu (jet lag).

Dengan kata lain, meskipun orang berusaha untuk mengubah jadwal tidurnya, namun jam internal tubuh belum siap untuk menyesuaikan tersebut.

Pada penelitian ini memang digunakan teknik pencabutan rambut secara manual. Tapi menurut peneliti, dengan perkembangan teknik, temuan ini bisa diaplikasikan di rumah sakit atau klinik dokter untuk mendiagnosa dan mengobati pasien dengan gangguan siklus tidur-bangun.

sumber: Merry Wahyuningsih – detikHealth

Menjual dan Menyewakan Media Display


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :

  1. Cara Menggunakan Gliserin Untuk Perawatan Kulit dan Rambut
  2. Keramas Tanpa Bilas, Gunakan Dry Shampoo
  3. 5 Makanan Agar Rambut Indah
  4. Tips Agar Rambut Tetap Sehat Setelah ‘Rebonding’
  5. Inilah 4 Cara Alami Mengatasi Kerontokan Rambut
  6. Inilah Pengering Rambut Tanpa Listrik
  7. Inilah 4 Manfaat Garam Epsom Bagi Kecantikan
  8. 3 Tips Jitu Hindari Uban
  9. Resep Membuat Minyak Kelapa Alami untuk Rambut
  10. Cara Alami Mengatasi Kerusakan Rambut dengan Buah


..
25 queries in 0.790 seconds.
eXTReMe Tracker